Sabtu, 26 Januari 2008

yes! hari ini aku free

cihuy!!!!!!!!!!!



hari ini aku free.
knapa?
cz aku gag skul. he he he he
hari ini ada PBC di Semarang. apa boleh buat, akhirnya aku memilih untuk tidak masuk sekolah.
lumayanlah............. gag ikut 2 jam sejarah, 2 am math, 2 jam TIK. akhirnya aku bisa ngenet di gracia hotel. kekekkeke acara mulai jam 10an. tapi sekarang aku malah ngenet. habisnya kepagian sih... he he he he he he
tapi ada hikmahnya juga berangkat kepagian. bisa ngenet. aku kira aku ga bisa ngenet krn ngak ada laptop. tapi ternyata disini ada internet cafe yang bisa memudahkan aku main internet disini. tadinya uda kawatir kayak waktu au di metro(tida ada internet cafe dsana!)
hahahahhaha thank's gracia hotel!

heuehuehuehuehuehue!

Senin, 14 Januari 2008

Antara Suka, Cinta, dan Sayang

Apa yang kau rasakan ketika kau menyukai seseorang?
Kau pasti akan terus berusaha menjadi yang paling sempurna di hadapanya.
Kau akan melupakan tentang siapa dirimu dan berusaha untuk menjadi seperti apa yang dia inginkan.
Kau akan memujanya setiap waktu dan akan hidup dalam bayang-bayangnya.
Kau akan segera meninggalkanya ketika dia tidak menanggapimu.


Bagaimana dengan cinta, Apa yang kau rasa bila kau jatuh cinta?
Kau akan berusaha untuk mengejarnya membuat dia membalas cintamu.
Kau akan terus berusaha membuatnya menyukaimu walau kau tahu dia tidak menyukaimu.
Kau pasti ingin selalu melindunginnya ketika dia bersamammu.
Kau ingin membuatnya bahagia bersamamu tanpa kau tahu apakah dia bahagia bersamamu.


Lalu, apa yang kau rasa ketika kau menyayangi seseorang?
Kau akan berusaha mendapatkanya dengan dirimu sendiri dan aku akan membuatmu menerima kau apa adanya.
Kau akan selalu melindunginya walau kau sedang tak bersamanya.
Kau akan rela melihatnya berbahagia walaupun kau tahu hatimu sangat terluka.
Jika dia tidak menyukaimu, kau akan menunggunya dengan sabar dan berharap suatu saat dia akan membuka hatinya untukmu.


Suka, Cinta, dan Sayang adalah satu arti yaitu perasaan saat kita memiliki sesuatu yang spesial kepada seseorang.
Apa yang membedakan ketiganya? Makna lah yang membedakan ketiganya.
kau akan mengerti bagaimana menyukai seseorang bila kau telah benar2 tertarik padanya,
kau akan mengerti bagaimana mencintai seseorang bila kau telah terlebih dahulu menyukainya,
Dan kau akan mengerti bagaimana menyayangi seseorang bila kau terlah mencintainya dan siap berkorban untuknya,


Jika kau berkata 'aku menyukaimu' kepada seseorang berarti kau telah berkata 'aku menyukai dirimu'
Dan ketika kau mengucap 'aku mencintaimu' kepada seseorang berarti kau telah mengucapkan 'aku mencintai kau dan dirimu'
Tetapi, ketika keu menungkapkan 'aku menyayangimu' kepada orang terkasihmu berarti kau baru saja mengatakan ' aku menyayngi kau dan dirimu, dan aku siap untuk menjagamu dan berkorban untukmu'


Suka adalah sebuah ucapan yang diungkapkan secara lisan tanpa ada sebuah arti yang jelas,
Sedang cinta dalah ungkapan perasaan ingin memiliki secara seutuhnya tanpa perduli apapun,
Sayang adalah ungkapan sebuah perasaan yang terdalam dari diri seseorang, tanpa harus memilikinya.

Jumat, 04 Januari 2008

.:: menanti dalam sepi

Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tiada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua,
pada ceritaTiang serta temali.
Kapal,perahu tiada berlaut
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram,
desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan.
Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri.
Berjalan
Menyusur semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap
Kepada kawan………….

*Chairil Anwar*

posting lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

wow!


ga kerasa uda sekian lama daku tak posting n' ga nyapa kauand" kuh tercinta!
apa kabar guys?
maaf ya lama ga mucul. Cz aku sibuk bgt! sibuk tugas, semesteran, belajar, yaaaaaaaa pokokny saia sangat sibuk dengan segala urusan" sekolah yang saia sendiri sebenarnya bosan untuk melakukanya. sangat bosannnnnnnnnnnnnnn! tapi mau gmn lagi! Sebenernya aku tuh kmrn tahun baru pengen banget ngepost....... cuman waktu itu bloggernya error! hikZ skalinya ada waktu ajah error! Kabarku akhir" ne buruk! jujur sekarang q ge takut banget! gmn gag! bsk ada penerimaan raport. q takut di omelin ma momz! hikz! untung besok kemah ia!!!!!!!
jadi agak sedikit berlega hati! yo wez lah,, pe sini dl kangen"an nya!
mari kita lanjut ke posting saja!

regards!

Kamis, 20 Desember 2007

hargai pendapat para wanita!

pertanyaan:

Siapakah yang dimaksud dengan sufaha dalam firman Allah:

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum
sempurna akalnya (sufaha) harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.
Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu)
dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik." (an-Nisa'
5)

Majalah al-Ummah nomor 49 memuat artikel Saudari Hanan
Liham, yang mengutip keterangan Ibnu Katsir dari pakar umat
dan penerjemah Al-Qur'an, Abdullah Ibnu Abbas, bahwa
as-sufaha (orang-orang yang belum sempurna akalnya) itu
ialah "wanita dan anak-anak."

Penulis tersebut menyangkal penafsiran itu, meskipun
diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Menurutnya, penafsiran
tersebut jauh dari kebenaran, sebab wanita secara umum
disifati sebagai tidak sempurna akalnya/bodoh (salah),
padahal diantara kaum wanita itu terdapat orang-orang
seperti Khadijah, Ummu Salamah, dan Aisyah dari kalangan
istri Nabi dan wanita-wanita salihah lainnya.

Sebagian teman ada yang mengirim surat kepada saya untuk
menanyakan penafsiran yang disebutkan Ibnu Katsir tersebut.
Apakah itu benar?

Bagaimana komentar Ustadz terhadap hal itu?

JAWABAN

Penafsiran kata sufaha dalam ayat tersebut dengan pengertian
yang dimaksud adalah kaum wanita secara khusus, atau wanita
dan anak-anak, adalah penafsiran yang lemah, meskipun
diriwayatkan dari pakar umat, yaitu Ibnu Abbas r.a.,
walaupun sahih penisbatan kepadanya atau kepada
penafsiran-penafsiran salaf lainnya.

Kebenaran yang menjadi pegangan mayoritas umat ialah bahwa
penafsiran sahabat terhadap Al-Qur'anul Karim itu tidak
secara otomatis menjadi hujjah bagi dirinya dan mengikat
terhadap yang lain. Ia tidak dihukumi sebagai hadits marfu',
walaupun sebagian ahli hadits ada yang beranggapan demikian.
Ia hanya merupakan buah pikiran dan ijtihad pelakunya, yang
kelak akan mendapatkan pahala meskipun keliru.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas sendiri dan dari sebagian
sahabat-sahabatnya bahwa "Tiap-tiap orang boleh diterima dan
ditolak perkataannya, kecuali Nabi saw. (yang wajib diterima
perkataannya)."

Doa Nabi saw. untuk Ibnu Abbas agar Allah mengajarinya
takwil, tidak berarti bahwa Allah memberinya kemaksumam
(terpelihara dari kesalahan) dalam takwil yang dilakukannya,
tetapi makna doa itu ialah Allah memberinya taufik untuk
memperoleh kebenaran dalam sebagian besar takwilnya, bukan
seluruhnya.

Karena itu, tidak mengherankan kalau ada beberapa pendapat
dan ijtihad Ibnu Abbas mengenai tafsir dan fiqih yang tidak
disetujui oleh mayoritas sahabat dan umat sesudah mereka.

Kelemahan takwil yang dikemukakan Ibnu Abbas dan orang yang
mengikutinya bahwa yang dimaksud dengan as-sufaha
(orang-orang yang belum sempurna akalnya) adalah wanita atau
wanita dan anak-anak, tampak nyata dari beberapa segi.

Pertama, bahwa lafal sufaha adalah bentuk jamak taksir untuk
isim mudzakkar (laki-laki), mufradnya (bentuk tunggalnya)
adalah safiihu, bukan safiihatu yang merupakan isim muannats
(perempuan). Kalau mufradnya safiihatu, maka bentuk jamaknya
adalah mengikuti wazan fa'iilatu atau fa'aa'ilu sebagaimana
lazimnya jamak muannats, sehingga bentuk jamak lafal
tersebut adalah safiihaatu atau safaa'ihu.

Kedua, bahwa kata sufaha adalah isim zaman (kata untuk
mencela), karena mengandung arti kekurangsempurnaan akal dan
buruk tindakannya. Karena itu, kata-kata ini tidak
disebutkan dalam Antara lain Qur'an melainkan untuk
menunjukkan celaan, seperti dalam firman Allah;

"Apabila dikatakan kepada mereka, 'Berimanlah kamu
sebagaimana orang-orang lain telah beriman,' mereka
menjawab, 'Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang
bodoh itu telah beriman?' Ingatlah, sesungguhnya merekalah
orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu."
(al-Baqarah: 13)

"Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan
berkata, 'Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari
kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat
kepadanya?' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah-lah timur dan
barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.'" (al-Baqarah: 142)

Apabila lafal sufaha itu untuk mencela, maka bagaimanakah
manusia akan dicela karena sesuatu yang tidak ia usahakan?
Bagaimana seorang perempuan akan dicela karena semata-mata
ia perempuan, padahal ia bukan yang menciptakan dirinya,
melainkan ia diciptakan oleh Penciptanya? Allah berfirman:

"... sebagian kamu adalah turunan dan sebagian yang lain
..." (Ali Imran: 195)

Dan disebutkan dalam suatu hadits:

"Sesungguhnya wanita adalah belahan (mitra) laki-laki." (HR.
Ahmad bin Hanbal 6:256 dan Baihaqi I:168. Disebutkan pula
dalam Kanzul 'Ummal nomor 45559)

Demikian pula halnya anak-anak. Allah menciptakan manusia
dari kondisi yang lemah dan dijadikan-Nya kehidupan itu
bertahap, dari bayi berkembang menjadi kanak-kanak, kemudian
meningkat remaja, lalu dewasa. Sebab itu, bagaimana mungkin
seorang anak akan dicela karena ia masih kanak-kanak padahal
ia tidak pernah berusaha untuk menjadi kanak-kanak
(melainkan sudah merupakan proses yang ditetapkan Allah)?

Kalau kita kembali kepada tafsir-tafsir modern, akan kita
dapati semuanya menguatkan pendapat Syekhul Mufassirin, Imam
ath-Thabari. Dalam tafsir al-Manar karya Sayid Rasyid Ridha
disebutkan:

"Yang dimaksud dengan as-sufaha disini ialah orang-orang
yang pemboros yang menghambur-hamburkan hartanya untuk
sesuatu yang tidak perlu dan tidak seyogyanya, dan
membelanjakannya dengan cara yang buruk dan tidak berusaha
mengembangkannya."

Beliau (Rasyid Ridha) juga mengemukakan perbedaan pendapat
di kalangan salaf mengenai maksud lafal sufaha. Kemudian
beliau menguatkan pendapat yang dipilih Ibnu Jarir
(ath-Thabari) bahwa ayat itu bersifat umum, meliputi semua
orang yang kurang akal, baik masih kanak-kanak maupun sudah
dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Ustadz al-Imam (Muhammad Abduh) berkata, "Dalam ayat-ayat
terdahulu Allah menyuruh kita memberikan kepada anak-anak
yatim harta-harta mereka dan memberikan kepada orang-orang
perempuan akan mahar mereka. Dalam firman-Nya:

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum
sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu)..."(an-Nisa': 5)

Al-Imam mensyaratkan kedua hal di atas. Artinya, berikanlah
kepada setiap anak yatim akan hartanya bila telah dewasa,
dan berikan kepada tiap-tiap perempuan akan maharnya,
kecuali apabila salah satunya belum sempurna akalnya
sehingga tidak dapat menggunakan hartanya dengan baik. Pada
kondisi demikian kamu dilarang memberikan harta kepadanya
agar tidak disia-siakannya, dan kamu wajib memelihara
hartanya itu sehingga ia dewasa.

Perkataan amwaalakum (hartamu) bukan amwaalahum (harta
mereka) , yang berarti firman itu ditujukan kepada para
wali, sedangkan harta itu milik as-sufaha yang ada didalam
kekuasaan mereka, menunjukkan beberapa hal. Pertama, bahwa
apabila harta itu habis dan tidak ada sisanya bagi si safih
(anak yang belum/kurang sempurna akalnya) untuk memenuhi
kebutuhannya, maka wajib bagi si wali untuk memberinya
nafkah dari hartanya sendiri. Dengan demikian, habisnya
harta si safih menyebabkan ikut habis (berkurang) pula harta
si wali. Alhasil, harta si safih itu seakan-akan hartanya
sendiri.

Kedua, bahwa apabila as-sufaha itu telah dewasa dan harta
mereka masih terpelihara, lantas mereka dapat menggunakannya
sebagaimana layaknya orang dewasa (normal), dan dapat
menginfakkannya sesuai dengan tuntunan syariat untuk
kemaslahatan umum atau khusus, maka para wali itu juga
mendapatkan bagian pahalanya.

Ketiga, kesetiakawanan sosial dan menjadikan kemaslahatan
dari masing-masing pribadi bagi yang lain, sebagaimana telah
kami katakan dalam membicarakan ayat-ayat yang lain."
(Tafsir al-Manar 4: 379-380)

Sabtu, 24 November 2007

buruk sangka?????

Suuzhan terhadap sesama adalam penyakit yang berbahaya diantara penyakit-penyakit hati.
Sebagian manusia merasakan dampak yang ditimbulkan oleh penyakit hati itu. Salah satu tandanya adalah jika kita berkata kepada seseorang dengan satu kalimat, maka sesungguhnya didalam hati irang tersebut timbul rasa was-was atas apa yang anda katakan kepada orang tersebut. Dan dengan rasa was-wasnya orang tersebut tentu saja akan menyimpulkan apa yang baru saja anda katakan tadi dengan sebuah kesimpulan baru yang mengandung unsur negatif.
Padahal selayaknya orang tersebut melakukan receck dahulu sebelum membuat kesimpulan apakah benar berita yang baru saja ia dengar. Dan sudah seharusnya kita itu husnuzhan terhadap sesama. Apalagi yang sesama muslim,,, seharusnya jika kita mendengar sesuatu yang belum jelas kebenaranya hendaknya kita tidak berburuk sangka dahulu. Kecuali,,, memang sudah jelas dia melakukan hal tersebut di depan kita. Kalaupun memang begitu keadaanya ita juga ga boeh langsung buruk sangka lho????. Toh apa yang dia lakukan belum tentu salah kan? mungkin dia punya alasan tersendiri mngapa dia melakukan hal itu.
As- Sa'di berkata dalam sebuah tafsirnya " Inijuga merupakan adab dari sekian adab yang selayaknya diterapkan dan digunakan oleh orang-orang yang berakal. Yaitu jika ada seseorang fasiq mengabarkan tentang suatu hal berita, maka hendaknya mengecek kebenaran bebbrita tersebut dan tidak menerimanya dengan serta merta. Karena yang demikian itu sangat berbahaya dan dapat menjerumuskan ke dalam dosa. Sebab kabar tersebut jika langsung dinilai sebagai kabar yang benar dan adil maka akan ikut juga berbagai hal yang menjadi tuntutan dan konsekuensinya. Maka terkadang menyebabkan kerugian jiwa dan harta dengan cara yang tida haq sebagai akibat dari berita itu, dan akhirnya menjadikan penyesalan.
Maka wajib untuk mengecek dan tabayyun ketika mendengar seseorang yang fasik" Dan Rasulullah bersabda,
"Jauhilah oleh kalian zhann, karena zhann adalah sedusta-dustanya ucapan."(HR.al-Bukhari dan muslim)
Maksud dari zhann diatas adalah "Keraguan yang ditanamkan padamu oleh seseorang tentang suatu hal, lalu kamu menganggapnya sebegai kebenaran dan mengambil kesimpulan dari zhann tersebut. Zhann juga dapat diartikan sebagai Su'uzhan( perasangka buruk)
Oleh karena itu berperasangka baiklah pada orang lain, maka orang pun akan berperasangka baik terhadapmu. Di dunia ini semua yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan. Hendaknya jika kita akan mengambil kesimpulan dari sebuah berita yang kita dengar, fikirkanlah apakah itu adalah benar atau tidak. Jikalau kita merasa ragu dengan kebenaran berita tersebut, sebaiknya ambil saja sisi positif dari hal itu dan jangan mencari sisi negatif dari berita tersebut agar tidak menyakiti perasaan seseorang.

Rabu, 21 November 2007

posting yang ga jelas banget

hari nie sebenernya gag pengen posting! tapi uda telanjur d net. n q juga gatau ruz ngapain d net. hari nie fikiran gag jelas banget. kata yang amat sangat tepat untuk mengungkapkan adalah KACAU!!!!! minggu depan PERTI!!!
seandainya aja ada sesuatu yang membatalkan itu. rasanya malaz skali ikut perti! sebal!!!!


sudah ya? mo pergi dulu!

regards